Labels

Showing posts with label S. Show all posts
Showing posts with label S. Show all posts

Peribahasa Indonesia Lengkap S (1)


Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap + Artinya yang Diawali dengan Huruf "S" - Bagian 1 dari 7


1. Sabung selepas hari petang.
Melakukan usaha terakhir yang bersifat untung-untungan.        

2. Sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan.
Pada lahirnya tidak mau, padahal hatinya amat suka.     

3. Sakit sama mengaduh, luka sama menyiut.
Dalam suatu perkumpulan, hendaklah sama-sama bertanggung jawab. 

4. Sakit tak kan mengaduh, luka tak kan menyiut.
Sudah betul-betul bertekad untuk mengerjakan sesuatu. 

5. Saku-saku diterbangkan angin.
Tak memiliki uang sedikit pun.       

6. Salah makan memuntahkan, salah tarik mengembalikan, salah langkah surut kembali.
Segera melakukan perbaikan bila mengetahui ada kesalahan atau kekeliruan.  

7. Sama lebur sama binasa.
Sehidup semati atau seia sekata.   

8. Sambil berdendang biduk hilir.
Sambil bergembira dapat juga menyelesaikan pekerjaan penting yang lain.     

9. Sambil berdiang nasi masak.
Menyelesaikan dua pekerjaan pada waktu yang bersamaan.     

10. Sambil menyelam minum air.
Mengerjakan sesuatu pekerjaan, tetapi pekerjaan yang lain juga berhasil diselesaikan dalam satu waktu.   

11. Sampan ada, pengayuh tidak.
Tidak cukup alat dan biaya untuk mengerjakan suatu pekerjaan.
Kekurangan sarana atau modal.

12. Syarat palu memalu, hakikat balas membalas.
Kebaikan orang harus dibalas dengan kebaikan pula.

13. Satu ditetak, sepuluh rebah.
Hanya seorang yang disindir, tapi yang lainnya ikut merasakan juga.    

14. Satu nyawa dua badan.
Sehidup semati.       

15. Sauk air mandikan diri.
Mengerjakan suatu pekerjaan untuk kepentingan diri sendiri tanpa bantuan orang lain.

16. Sawah tergadai bandar terjual.
Semua kekayaannya telah terjual atau tergadai ke tangan orang lain. Bangkrut.

17. Sayang akan anak dilecuti, sayang akan negeri ditinggalkan.
Apabila sayang akan anak janganlah terlalu dimanjakan agar ia jangan rusak kelak. Dan bila sayang sama negeri, pergilah merantau demi menambah ilmu pengetahuan untuk kepentingan negeri sendiri.      

18. Sayang akan baju badan binasa.
Karena sayang pada keluarga dan hendak membelanya, badan sendiri menderita.     

19. Sayang akan garam sececah, dibusukkan kerbau seekor.
Karena tidak mau mengeluarkan biaya sedikitpun, kerugian menjadi lebih besar.

20. Sayap singkat, hendak terbang jauh.
Melakukan perbuatan yang melebihi kemampuan diri.     

21. Sebab berkelahi dengan perigi, akhirnya mati dahaga.
Karena melawan seseorang yang selalu memberikan pertolongan kepada kita, akhirnya menjadi celaka atau menderita.    

22. Sebab buah dikenal pohonnya.
Watak/tabiat seseorang bisa diketahui dengan melihat kelakuan dan perbuatannya.    

23. Sebab budi boleh kedapatan.
Kehormatannya jatuh karena kelakuan dan perbuatannya yang buruk. 

24. Sebab kasih akan bunga setangkai, dibuangkan bunga seceper.
Karena sayang akan barang yang sedikit, yang banyak disia-siakan.    

25. Sebab nila setitik, rusak susu sebelanga.
Karena kesalahan yang kecil, kebaikan yang banyak yang telah dilakukannya menjadi hilang sama sekali.   

26. Sebab pulut binasa santan, sebab mulut binasa badan.
Kata-kata pedas dan menyakitkan orang lain sering dapat merugikan diri sendiri.       

27. Sebaik-baik untung teraniaya, seburuk-buruk untung menganiaya.
Hendaklah menjaga diri agar jangan sekali-kali melakukan penganiayaan terhadap siapa pun.

28. Sebelum ajal berpantang mati.
Hidup mati seseorang Tuhanlah yang menentukan.

29. Seberat-berat beban, laba jangan dielakkan.
Seberat-beratnya pekerjaan jangan ditinggalkan, karena akan ada keuntungan yang diterima.        

30. Seberat-berat kayu, terapung juga di air.
Seteguh apa pun iman seseorang, dapat juga dipengaruhi.        

31. Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul.
Betapapun susah melihat penderitaan orang lain, lebih susah orang yang menanggungnya.

32. Sebodoh-bodoh sepat tak makan cacing emas.
Sebodoh apapun manusia, masih bisa juga membedakan yang baik dan yang buruk    .

33. Sedap bagai ayam, sedencing bagai besi.
Orang yang senasib sepenanggungan/seia sekata.

34. Sedencing jalan ke muka, setelempak jalan ke belakang.
Untuk mencapai cita-cita yang baik jangan surut, beranikanlah diri untuk maju.

35. Sedia payung sebelum hujan.
Hendaklah berjaga-jaga sebelum datang kesulitan.        

36. Sedikit hujan banyak yang basah.
Kesalahan kecil, membawa dampak yang sangat besar.  

37. Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.
Ilmu/kekayaan yang dikumpulkan sedikit-sedikit, akhirnya menjadi banyak juga.       

38. Seduit dibelah tujuh.
Orang yang tidak mempunyai apa-apa/miskin.     

39. Seekor kerbau berkubang, semua kena luluknya.
Seorang yang bersalah semua terbawa-bawa dalam perbuatan itu.      

40. Segan bergalah hanyut serantau.
Malas mengerjakan suatu pekerjaan yang sesuai aturan, akhirnya mendapat celaka.


Peribahasa Indonesia Lengkap S (2)


Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap + Artinya yang Diawali dengan Huruf "S" - Bagian 2 dari 7


41. Sehabis ikhtiar baru tawakal.
Jika sudah berusaha dengan sungguh-sungguh tetap gagal, barulah menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

42. Sehabis kelahi baru teringat silat.
Setelah menyelesaikan suatu pekerjaan, baru ingat cara mengerjakan yang lebih baik.

43. Sehari selembar benang, lama-lama sehelai kain.
Pekerjaan sesulit apa pun, jika diselesaikan dengan kesabaran, pasti akan berhasil juga.

44. Sehari-hari pegang pendayung pulau dituju jauh juga.
Setelah lama berusaha mengerjakan sekuat tenaga, tetapi yang dicita-citakan belum tercapai juga.

45. Seiring bertukar jalan, seia bertukar sebut.
Perkataan yang tidak sama, tetapi maksudnya tetap sama.      

46. Sekain sebaju, selauk senasi.
Sahabat yang sangat akrab sekali. 

47. Sekali air banjir, sekali tepian berubah.
Setiap kali ada pergantian pimpinan, berganti pula caranya memerintah.

48. Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu.
Tertipu itu hendaknya sekali saja, karena untuk yang kedua kalinya kita sudah tahu sehingga lebih berhati-hati.         

49. Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.
Sekali saja ketahuan perangai yang tak baik, selamanya orang tidak akan percaya lagi.

50. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam waktu yang sama.    

51. Sekapal digunungkan, setitik dilautkan.
Pemberian orang walau sedikit haruslah dihargai atau dijunjung tinggi.  

52. Sekapal menjadi gunung, setitik menjadi laut.
Petuah atau nasihat walau sedikit pasti ada manfaatnya.

53. Sekebat bagai sirih, serumpun bagai serai.
Sepakat, seia sekata.         

54. Sekerat ular sekerat belut.
Perihal seseorang yang sulit dipercayai, karena tidak tetap pendiriannya.        

55. Selama air hilir, selama gagak hitam.
Kiasan terhadap sesuatu hal yang selama-lamanya, misalnya dendam yang terus menerus.  

56. Selama enggang mengeram.
Sangat lama sekali.  

57. Selama hayat dikandung badan.
Selama kita masih hidup.    

58. Selama-lamanya hujan akan panas juga.
Sehabis mendapat kesusahan atau kesulitan akan datang juga kebahagiaan atau kesenangan.        

59. Selangkah berpantang surut, setapak berpantang mundur.
Pantang menyerah, berani menempuh bahaya.    

60. Selapik ketiduran, sebantal ketiduran.
Sahabat karib.        

61. Selapik seketiduran, sebantal sekalang hulu.
Bersahabat karib.    

62. Selembab-lembab puntung di dapur, ditiup menyala juga.
Segala sesuatu yang dilakukan secara sungguh-sungguh akan mendatangkan hasil.    

63. Selera bagai cetus api.
Rakus, sebentar-sebentar hendak makan.

64. Seligi tajam bertimbal, ujung pangkal mengena.
Perihal seseorang yang memiliki dua mata pencaharian.

65. Semahal-mahal gading kalau patah tiada berharga.
Semulia apa pun orang kalau sudah berbuat kesalahan, tidak akan dipandang oleh orang lagi.

66. Semangatnya berapi-api.
Kemauannya sangat besar. 

67. Semanis-manis gula, ada pasir di dalamya.
Orang yang kata-katanya manis biasanya mengandung tipu muslihat.   

68. Sembahyang diberi waktu, janji diberi berketika.
Melakukan sesuatu tetap ada batasnya, jangan berlebihan karena dapat menyusahkan diri sendiri.  

69. Sembahyang mencari akal, rukuk mencari kira-kira.
Kelihatannya seperti orang taat beribadah, padahal suka melakukan perbuatan terlarang.     

70. Sementara ada jangan dimakan, sudah tak ada baru dimakan.
Selagi ada rezeki hendaklah berhemat dan ditabung, supaya kalau tidak ada pendapatan lagi, tabungan dapat dipergunakan.

71. Senduk dengan periuk adakalanya berantuk.
Serukun-rukunnya keluarga, biasanya terjadi juga perselisihan walaupun lekas pula rujuk kembali.  

72. Sengsara membawa nikmat.
Orang yang sering menderita kesusahan, suatu saat pasti akan mendapatkan kebahagiaan.  

73. Seorang makan cempedak, semua kena getahnya.
Seorang berbuat salah, semua beroleh nama yang tidak baik.   

74. Seorang makan nangka, semua kena getahnya.
Karena kesalahan seorang, semua kena akibatnya.        

75. Sepandai-pandai membungkus yang busuk, akan berbau juga.
Sepandai-pandainya kita merahasiakan sesuatu yang jahat, akhirnya akan ketahuan juga.    

76. Sepandai-pandai mencencang, landasan juga yang akan habis.
Sebaik apapun orang meminta/menumpang, pasti akan merugikan orang yang ditumpangi.   

77. Sepandai-pandai tupai melompat, sesekali akan jatuh juga.
Sepintar-pintarnya seseorang pasti akan berbuat kekeliruan juga.        

78. Sepantun elang dengan ayam, lambat laun disambar juga.
Orangtua harus bisa menjaga anak gadisnya, jika dibiarkan bergaul dengan bujang, maka akibatnya tidak akan baik.  

79. Seperti abu di atas tunggul.
Perihal seseorang yang tidak mempunyai kekuasaan dalam suatu pekerjaan, kalau berbuat salah mudah saja untuk diberhentikan.

80. Seperti air dalam kolam.

Orang yang mempunyai sikap dan perilaku yang tenang.


Peribahasa Indonesia Lengkap S (3)


Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap + Artinya yang Diawali dengan Huruf "S" - Bagian 3 dari 7


81. Seperti air di atas daun talas.
Tidak tetap pendiriannya.    

82. Seperti air pembasuh kaki.
Hadiah yang merupakan barang murah.    

83. Seperti alu di lesung tinggal, haram orang menaruh sayang.
Karena telah habis gunanya, tidak diindahkan lagi.

84. Seperti anak ayam kehilangan induknya.
Menderita kesusahan karena kehilangan panutan/pemimpinnya. 

85. Seperti anjing  beroleh bangkai.
Orang yang sangat rakus dengan mudah mendapatkan benda.  

86. Seperti anjing beranak enam.
Kiasan untuk orang yang kurus seperti tidak terurus.     

87. Seperti anjing berebut tulang.
Orang yang suka memperebutkan harta benda orang lain.        

88. Seperti anjing dengan kucing.
Tidak pernah akur, selalu berselisih.         

89. Seperti anjing kepala busuk.
Jika sudah diketahui kejahatannya kemanapun dia pergi pasti dihina orang.     

90. Seperti anjing makan muntahannya.
Perihal seseorang yang memuji atau menyenagi sesuatu yang dahulu dicela dan dianggap jijik.       

91. Seperti anjing makan tulang.
Perihal seseorang yang bersungut-sungut seolah-olah tidak senang atas sesuatu yang diperolehnya karena kurang memuaskan.

92. Seperti anjing menggonggong tulang.
Orang yang berusaha merebut harta benda orang lain.   

93. Seperti anjing terpanggang ekor.
Orang yang kesusahan minta pertolongan kesana-kemari.        

94. Seperti api dalam sekam.
Kejahatan yang dirahasiakan sehingga tidak diketahui.    

95. Seperti api makan ladang kering, tiada dapat dipadamkan lagi.
Orang yang lemah tak akan berdaya untuk menolak bencana yang menimpa dirinya. 

96. Seperti aur dengan tebing.
Persatuan yang amat kuat di antara dua orang yang bersahabat, sangat cocok.

97. Seperti aur ditarik sungsang.
Pekerjaan yang sulit untuk diselesaikan.

98. Seperti ayam betina.
Orang laki-laki tapi penakut.

99. Seperti ayam makan rumput.
Orang yang kesusahan menanggung hidup.         

100. Seperti balam dengan ketitiran.
Dua orang yang tidak semufakat, karena saling membanggakan kelebihan masing-masing.   

101. Seperti batu jatuh ke lubuk.
Perihal seseorang yang setelah kepergiannya, tak ada kabar beritanya lagi.    

102. Seperti belut jatuh ke lumpur.
Seseorang yang telah pulang ke kampung halaman  jangan harap akan kembali lagi.  

103. Seperti beras lembab, dijual tak laku, ditanak tak mual.
Karena sangat buruknya sehingga tidak laku/tidak berharga.     

104. Seperti berebut keris, kita terpegang pada matanya, orang terpegang pada hulunya.
Kekuasaan di tangan lawan.

105. Seperti bergantung di rambut sehelai.
Dalam kecemasan, karena sangat tipis harapannya akan dapat pertolongan.   

106. Seperti berkain tiga hasta.
Penghasilan yang tidak mencukupi. 

107. Seperti berselimut kain tengah tiga hasta, ditarik ke atas terbuka kaki, ditarik ke bawah terbuka kepala.
Susah mengaturnya, karena tidak cukup.  

108. Seperti bertandang ke surau.
Tidak disuguhi sesuatu ketika mengunjungi rumah seseorang.   

109. Seperti biduk dikayuh ke hilir.
Menyuruh seseorang ke tempat yang disenanginya.       

110. Seperti birah tidak berurat.
Perihal seorang pemalas, di mana ia duduk di sana ia berbaring.

111. Seperti buah bemban masak.
Perihal air mata perempuan cantik yang berlinang-linang kemudian jatuh.       

112. Seperti bujuk yang lepas dari bubu.
Cepat sekali menghilangnya.

113. Seperti bulan dengan matahari.
Sangat sesuai dan serasi karena sama-sama elok keduanya.

114. Seperti bulan kesiangan.
Perihal paras perempuan yang sangat pucat karena selalu bersedih hati.        

115. Seperti cacing kepanasan.
Orang yang selalu gelisah, karena kehidupannya penuh dengan masalah.        

116. Seperti cendawan tumbuh di musim hujan.
Banyak bermunculan (menjamur) pada suatu waktu.     

117. Seperti cincin dengan permata.
Selalu sesuai atau cocok dalam segala hal.

118. Seperti daun kayu kering ditiup angin di tengah padang.
Seseorang yang melarat hidupnya, tidak bersanak saudara, selalu berpindah-pindah mencari kehidupan.    

119. Seperti delima merekah.
Bibir yang merah dan bagus.         

120. Seperti duri dalam daging.
Sesuatu yang sangat menyakitkan hati.


Peribahasa Indonesia Lengkap S (4)


Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap + Artinya yang Diawali dengan Huruf "S" - Bagian 4 dari 7


121. Seperti durian dengan mentimun.
Perihal orang yang berani dan kuat melawan orang yang lemah.

122. Seperti elang menyongsong angin.
Kiasan seorang yang gagah perkasa dalam menerima tantangan.        

123. Seperti emas baru disepuh.
Seorang gadis yang sangat cantik. 

124. Seperti embacang buruk kulit.
Kelihatannya bodoh/jahat, tapi sebenarnya pintar/baik.   

125. Seperti embun di ujung rumput.
Kasih sayang yang tidak kekal.      

126. Seperti embun di atas daun.
Perihal orang yang tidak tetap hatinya; kasih sayang yang tidak sepenuh hati. 

127. Seperti embun di atas rambut.
Kasih sayang yang tidak akan bertahan lama, seketika bisa hilang.      

128. Seperti embun turun senja.
Cantik jelita dan menarik hati.       

129. Seperti gergaji bermata dua.
Menyelesaikan pekerjaan dari dua belah pihak, dan keduanya mendatangkan keuntungan.    

130. Seperti gunting makan di ujung.
Berusaha meraih sesuatu dengan sembunyi-sembunyi.

131. Seperti harimau menyembunyikan kuku.
Orang pandai seringkali tidak memamerkan kepandaiannya.      

132. Seperti ikan dalam belanga.
Sudah dalam kekuasaan kita.        

133. Seperti ikan dalam belat.
Orang yang selalu dikekang, kemana pun pergi terhalang.

134. Seperti ikan kena tuba.
Orang sekampung terkena penyakit secara bersamaan.

135. Seperti ikan pulang ke lubuk.
Orang yang telah lama merantau, pulang kembali ke kampung halamannya.   

136. Seperti ilmu padi, makin berisi makin merunduk.
Makin tinggi ilmunya, makin rendah hati.   

137. Seperti intan putus pengarangnya.
Perihal air mata yang bercucuran karena kehilangan atau kematian suaminya. 

138. Seperti itik mendengar guntur.
Orang yang mengharapkan keuntungan yang belum tentu diperolehnya.

139. Seperti itik pulang petang.
Jalannya tidak benar karena tidak ada yang membimbing.        

140. Seperti janggut pulang ke dagu.
Berpadanan dan benar-benar pada tempatnya.    

141. Seperti kaduk naik jangkuk.
Orang yang sebenarnya hina, tapi menganggap dirinya mulia.    

142. Seperti kambing dikuliti hidup-hidup.
Menderita sakit yang sangat parah.

143. Seperti kambing harga tiga kupang.
Orang kecil yang baru berkuasa biasanya membanggakan kekuasaannya.      

144. Seperti kapak menyelam beliung.
Perihal orang yang malas yang menyuruh orang yang lebih malas.       

145. Seperti katak dalam tempurung.
Orang mempunyai sedikit pengetahuan.    

146. Seperti kejatuhan bulan.
Mendapatkan keuntungan yang sangat besar.      

147. Seperti keluang bebar petang.
Perihal orang yang berduyun-duyun dari suatu tempat ke tempat yang lain (keluang= kelelawar).

148. Seperti kera kena belacan.
Gelisah karena memikirkan sesuatu hal.   

149. Seperti kerakap tumbuh di batu.
Perihal orang yang sangat melarat hidupnya.       

150. Seperti kerbau dicocok hidungnya.
Seseorang yang karena kebodohannya mau saja menuruti perintah orang lain, meskipun akan menyusahkan diri.    

151. Seperti kerbau mandi.
Tak dapat melakukan sesuatu dengan sempurna tanpa bantuan orang lain.

152. Seperti kerbau terjepit leher, dihela tanduk panjang, dilakukan badan sudah besar.
Suatu pekerjaan yang disangka baik, tetapi tidak sesuai dengan harapannya.

153. Seperti kerbau terkejut oleh gung.
Tercengang-cengang keheranan melihat sesuatu yang tak patut diherankan.   

154. Seperti keris makan tuan.
Alat yang digunakan untuk melindungi diri justru mencelakai diri kita sendiri.   

155. Seperti ketiak ular.
Tidak ada habisnya. 

156. Seperti kijang lepas ke rimba.
Merasa senang karena kembali ke kampung halamannya.         

157. Seperti kijang masuk kampung.
Terbengong-bengong melihat sesuatu yang belum pernah dilihat.

158. Seperti kodok dapat bunga sekuntum.
Orang yang tidak dapat mengambil keuntungan dari barang yang sebenarnya sangat bermanfaat.   

159. Seperti kodok merindukan bulan.
Sesuatu yang mustahil bisa terjadi.

160. Seperti kuali tertelungkup.
Perihal paras seseorang yang hitam pekat lagi buruk.


Peribahasa Indonesia Lengkap S (5)


Kumpulan Peribahasa Indonesia Lengkap + Artinya yang Diawali dengan Huruf "S" - Bagian 5 dari 7


161. Seperti kucing dengan tikus.
Selalu bertengkar.   

162. Seperti kucing dibawakan lidi.
Orang yang ketakutan karena dimarahi.   

163. Seperti kucing lepas senja.
Seseorang yang sulit untuk dicari, karena telah pergi dengan gembira ke tempat yang tidak diketahui.

164. Seperti kucing tidur di lantai.
Sudah tidak kekurangan lagi.        

165. Seperti kuda lepas dari pingitan.
Orang yang sangat bahagia karena terlepas dari masalah.        

166. Seperti kulit badak.
Orang yang tidak punya perasaan. 

167. Seperti kumbang dicolok.
Nyanyian yang tidak enak didengar, karena nadanya kurang pas.        

168. Seperti kumbang putus tali.
Pergi dengan segera karena telah terlepas dari bahaya.  

169. Seperti lalat di ekor kerbau.
Selalu menurut pada orang lain yang membawanya.      

170. Seperti langau di ekor gajah.
Perihal orang yang selalu menuruti kemauan orang besar atau orang pandai.  

171. Seperti layang-layang putus tali.
Seorang yang putus asa dengan begitu saja menyerah kepada nasib.   

172. Seperti lebah, mulut membawa madu, pantat membawa sengat.
Berwajah rupawan, namun punya sifat yang sangat sombong.  

173. Seperti makan buah simalakama, dimakan bapak mati, tidak dimakan ibu mati.
Serba salah, diturut atau tidak tetap saja salah.   

174. Seperti mayang menolak seludang.
Perihal seseorang yang selalu menyombongkan dirinya di depan semua orang.

175. Seperti mayang terurai.
Rambut panjang yang indah dan terurai.   

176. Seperti melihat asam.
Sangat ingin dan timbul nafsu setelah melihat sesuatu.   

177. Seperti menempelkan kersik ke buluh.
Pekerjaan yang sia-sia dan tidak akan memberi hasil.

178. Seperti menanting minyak tanah.
Orang yang sangat berhati-hati dalam bersikap dan berbuat.     

179. Seperti menarik rambut dalam tepung, rambut jangan putus, tepung jangan bergoyang.
Mengerjakan suatu pekerjaan yang sangat sulit harus disertai dengan ketelitian dan kesabaran, agar hasilnya memuaskan kedua belah pihak.     

180. Seperti mencanting minyak penuh.
Memperlakukan seseorang dengan kasih sayang.

181. Seperti mengadu ujung penjahit.
Perlawanan dua orang yang sama-sama cerdik, sehingga tak ada yang dapat dikalahkan.

182. Seperti menggantang anak ayam.
Perihal pekerjaan yang tak kunjung selesai, karena ada saja yang menghalangi.       

183. Seperti menggili induk ayam.
Menggalakkan orang penakut supaya timbul keberanian. 

184. Seperti menghasta kain sarung.
Suatu pekerjaan/perkara yang tidak ada kesudahannya. 

185. Seperti rambut dibelah sepuluh.
Kiasan sesuatu yang sangat sedikit.

186. Seperti mengungkit batu dibencah.
Mengerjakan pekerjaan yang sangat sulit. 

187. Seperti meniup api dalam air.
Melakukan pekerjaan yang sangat sulit serta tipis sekali harapan untuk mendatangkan hasil.

188. Si buta membilang bintang di langit.
Orang yang melakukan perbuatan yang sia-sia atau tidak berguna.       .

189. Seperti menolong orang di lembah.
Menolong seseorang yang sedang dalam bahaya, tetapi bahaya itu pindah kepada kita.

190. Seperti menyandang lukah tiga.
Sulit sekali memerintah orang yang tidak semufakat.     

191. Seperti minyak dengan air.
Orang yang tidak bisa bersatu karena tidak sepaham.    

192. Seperti musang berbulu ayam.
Pura-pura menjadi orang baik untuk menyembunyikan kesalahan/kekurangan.

193. Seperti negeri dikalahkan garuda.
Perihal negeri yang sangat sunyi karena wabah penyakit yang menyerang penduduknya.

194. Seperti orang yang mati, jika tak ada yang mengangkat tiada akan bergerak.
Perihal seseorang yang dalam keadaan lemah dan tidak ada yang memberikan pertolongan. 

195. Seperti orang buta kehilangan tongkat.
Orang yang kehilangan akal karena ditinggalkan oleh orang yang biasa menolongnya.

196. Seperti orang mabuk gadung.
Orang yang kondisinya lemah karena menderita sakit.    

197. Seperti orang pemakan candu, dengan candu sampai mati.
Suatu pekerjaan yang telah biasa dikerjakan jarang sekali dapat ditinggalkan, sangat sulit mengubah kebiasaan buruk yang sudah mendarah daging.

198. Seperti otak udang.
Orang yang sangat bodoh.  

199. Seperti padi hampa, makin lama makin mencongak.
Perihal orang sombong yang tidak berilmu, makin lama makin banyak tingkahnya.     

202. Seperti parang bermata dua.
Seseorang yang mempunyai dua mata pencaharian atau suami isteri yang sama-sama punya penghasilan.

Lihat Juga Kumpulan Peribahasa Berikut ini